
BKB PAUD Melati Jaya
Product Designer & Full Stack
Alur Desain

Halaman Beranda

Halaman Program

Halaman Kurikulum

Halaman Struktur Organisasi

Halaman Data Guru

Halaman Profil Sekolah

Halaman Galeri

Halaman Kegiatan

Halaman Kalender Akademik

Halaman Jadwal Pelajaran

Halaman FAQ

Halaman Kontak

Alur PPDB - Step 1 (Wizard)

Alur PPDB - Step 2 (Upload Dokumen)

Alur PPDB - Cek Status

Panel Admin - Dashboard

Panel Admin - Login Server
Observasi UX
Dual-Audience Architecture
Satu website, dua persona yang butuh hal berbeda. Wali murid datang cari informasi cepat - program, jadwal, biaya. Tim sekolah butuh panel untuk mengelola semua konten. Saya pisahkan keduanya sepenuhnya di level navigasi, bukan sekadar halaman berbeda.
Progressive Disclosure pada Wizard PPDB
Wizard PPDB saya bagi jadi dua langkah saja: data diri dulu, baru dokumen. Ini mengurangi cognitive load untuk wali murid yang baru pertama kali isi formulir online. Setiap field juga divalidasi real-time sebelum lanjut.
Self-Service Admin Panel
Sepuluh tab admin memakai pola tabel dan formulir yang sama di setiap halaman. Guru baru bisa langsung paham tanpa panduan. Interface-nya menjelaskan dirinya sendiri.
Performance-First Asset Handling
Foto koridor sekolah asli 27 MB berhasil dikompresi jadi di bawah 1 MB tanpa kehilangan kualitas visual. Ini penting karena target pengguna mengakses dari jaringan ponsel di area suburban Jakarta.
Brand Consistency with Playful Typography
Baloo 2 untuk heading terasa ramah dan cocok untuk institusi PAUD. Plus Jakarta Sans untuk body text menjaga keterbacaan. Kombinasi ini mempertahankan identitas biru-kuning dari logo sekolah tanpa menambah elemen baru.
BKB PAUD Melati Jaya adalah sekolah PAUD berakreditasi B di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka butuh website lengkap tapi tidak punya budget tim developer. Saya ambil peran ini sebagai orkestrator - merancang setiap keputusan, lalu menggunakan AI assistant untuk eksekusi coding, desain, dan penulisan konten tiga bahasa.
Masalahnya jelas. Wali murid tidak punya satu sumber resmi informasi, jadi mereka mengandalkan grup WhatsApp dan mulut ke mulut. PPDB masih pakai formulir kertas. Dan tim sekolah yang hanya terdiri dari tiga guru ditambah kepala sekolah harus bisa mengelola website sendiri tanpa tergantung developer.
Saya rancang solusinya sebagai satu sistem utuh: situs publik mobile-first dengan identitas biru-kuning sekolah, sistem PPDB wizard dua langkah dengan validasi dokumen, kalender akademik, jadwal pelajaran, dan panel admin sepuluh tab yang ramah pengguna non-teknis. Kompresi foto dari 27 MB ke bawah 1 MB dilakukan agar akses dari jaringan ponsel di area suburban tetap cepat.
Hasilnya: sekolah punya satu pintu resmi yang hidup, PPDB terstruktur dengan verifikasi dokumen, dan guru bisa mengelola semua konten sendiri. Semua dibangun dalam waktu singkat berkat AI assistance, dengan biaya jauh lebih rendah dibanding merekrut tim konvensional.
Proyek Berikutnya
Rakyat Auction